IBX5A050201A869C

Rabu, 08 November 2017

Aturan sebelum Anda memberikan butter dan olive oil untuk MPASI si kecil


Aturan sebelum Anda memberikan butter dan olive oil untuk MPASI si kecil

Lemak adalah unsur yang penting dalam asupan nutrisi bayi. ASI saja sudah mengandung banyak lemak sehat, maka itu MPASI pun harus dilengkapi dengan lemak. Olive oil dan butter adalah yang biasa dipilih untuk digunakan para ibu.

Belakangan, dalam banyak resep MPASI, nama olive oil (minyak zaitun) dan unsalted butter banyak disebutkan. Berbagai jenis makanan, dari yang memang ditumis, hingga yang dipanggang atau dikukukus tak jarang menggunakan salah satu atau keduanya. Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa menggunakan lemak berupa butter atau olive oil, dapat membantu meningkatkan nafsu makan bayi.

Pakar gizi, Wied Harry Apriadji pernah mengatakan; Jangan terlalu sering menggunakan butter dan keju karena banyak mengandung lemak, sebaiknya gunakan olive oil exstra virgin yang banyak mengandung OMEGA3 yang baik untuk perkembangan otak. Ya, meski sebenarnya kedua-duanya termasuk ke dalam kategori lemak juga. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai olive oil atau butter, ada baiknya kita sama-sama mengenal si lemak ini.

Di situs easybabylife.com, diituliskan bahwa lemak sebetulnya amat penting bagi tumbuh kembang bayi. Pertumbuhan badan dan otak banyak didukung oleh keberadaan lemak dalam asupannya. Karena lemak membantu membangun selubung myelin di sekitar syaraf dalam otak dan sumsum tulang belakang. Selubung myelin ini menciptakan isolasi untuk sistem saraf pusat yang bagus untuk proses perpindahan data juga informasi.



Ngomong-ngomong soal lemak, sebetulnya ASI juga mengandung banyak lemak, lho. Bahkan, jika kita bisa mengeluarkan semua unsur cairan dari ASI, kandungan lemaknya ada sekitar 50 persen. Banyak, kan? Jadi, lemak memang sangat diperlukan oleh bayi. Nah karena itu dalam MPASInya, bayi juga butuh lemak. Tapi lemak seperti apa sih yang dibutuhkan?

Apakah oil? Butter? Margarin? Beberapa jenis minyak serta mentega adalah pilihan yang sangat baik. Namun margrin, sebaiknya dihindari. Minyak yang bagus untuk bayi adalah minyak zaitun atau minyak kelapa.




Olive oil, terkenal untuk kesehatan, terutama jika menggunakan extra virgin olive oil. Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal tingkat tinggi, serta asam lemak yang ada di dalam ASI. Serta membantu meningkatkan pertumbuhan bayi. Olive oil juga mengandung beberapa vitamin penting, seperti A, B, vitamin C, D, E, dan K.

Sementara minyak kelapa, semakin populer karena komposisinya. Minyak kelapa untuk bayi amat baik karena memiliki kandungan besar asam lemak rantai menengah seperti ASI. Minyak kelapa kaya akan asam laurat, yang meningkatkan pertahanan kekebalan tubuh.

Nah, menambahkan butter untuk makanan bayi pun piliihan yang baik. Butter sangat bergizi, memberika lemak dan kolesterol yang diperlukan, juga vitamin A, Asam linoeat terkonjugasi dan asam lemak esensial. Namun ingat untuk selalu memilih mentega tawar, karena garam belebih tak baik untuk ginjal bayi. Mentega terbaik juga harus diproduksi secara organik untuk menghindari penambahan hormon atau obat yang diberikan kepada sapi penghasil susu yang digunakan sebagai bahan mentega.

Akan lebih baik jika memilih mentega dari susu sapi yang memakan rumput ketimbang yang memakan biji-bijian karena mengandung jumlah vitamin A, Asam linoleate terkonjungasi yang lebih tinggi, plus asam lemak OMEGA 3 yang juga lebih tinggi.

Bayi dengan alergi susu? Tak perlu khawatir, mentega biasanya tidak mengandung protein susu dalam jumlah besar, sehingga minimal alergi. Sementara margarin? Hindari! Margarin dibuat melalui proses kimia yang membuatnya padat, namun juga penuh asam lemak trans, pengawet, pewarna buatan dan bahan kimia.

Jadi, berapa banyak butter atau olive oil yang ditambahkan pada makanan bayi? Dengan asumsi porsi bayi biasanya sekitar 2 ons, sekali makan, kita bisa menambahkan ½ atau 1 sendok teh olive oil atau butter dalam satu kali makan. Nah, patut diingat juga, gorengan tidak direkomendasikan dalam menu MPASI. Maka, olive oil atau butter lebih baik ditambahkan setelah makanan usai direbus atau dikukus. Dengan ini, vitamin yang dibutuhkan tidak hancur oleh panas.

Dr Tan Shot Yen juga pernah mengatakan bahwa lemak anak Indonesia berasal dari gorengan yang sangat potensial menyebabkan kanker dan kerusakan pembuluh darah. Berikan sumber lemak yang tidak melalui proses pabrik, kecuali extra virgin olive oil yang dipakai langsung tanpa terkena panas api, tanpa ditumis atau digoreng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar